Di Negeri Kami
Yang tak mengenal awal dan akhir
semua orang istimewa
Yang muda atau tua tiada beda
Para wanita berwajah mutiara
Tak perlu lipstik atau lapisan permata
Sepanjang masa menjadi bidadari seutuhnya
Pria disini tak perlu di uji
Batas setia atau kekuatan hati
Hati mereka telah terpilih
Abadi didampingi cinta suci bidadari
Di Negeri Kami
Tak ada gedung Menusuk langit untuk yang kaya
Atau trotoar kusam untuk yang miskin harta
Semua orang disini beristana
Bermahkotakan budi pekerti dan tulus jiwa
Tak ada gerlap gemerlap lampu kota
Atau gelap gulita pingiran desa dan hutan
Semua sisi terang
Bercahayakan pelangi lapis rembulan
Negeri Kami
Seribu baris syairpun terasa kurang untuk menjelaskan
Sejuta lukisanpun takkan mampu melukiskan keindahannya
Setiap detik terasa seperti setiap tahun
Setiap tetes air terasa seperti hujan embun
Bening membasuh hati yang haus akan cinta Pencipta
Inilah Negeri Kami
Kami tunggu engkau disini
Yang tak mengenal awal dan akhir
semua orang istimewa
Yang muda atau tua tiada beda
Para wanita berwajah mutiara
Tak perlu lipstik atau lapisan permata
Sepanjang masa menjadi bidadari seutuhnya
Pria disini tak perlu di uji
Batas setia atau kekuatan hati
Hati mereka telah terpilih
Abadi didampingi cinta suci bidadari
Di Negeri Kami
Tak ada gedung Menusuk langit untuk yang kaya
Atau trotoar kusam untuk yang miskin harta
Semua orang disini beristana
Bermahkotakan budi pekerti dan tulus jiwa
Tak ada gerlap gemerlap lampu kota
Atau gelap gulita pingiran desa dan hutan
Semua sisi terang
Bercahayakan pelangi lapis rembulan
Negeri Kami
Seribu baris syairpun terasa kurang untuk menjelaskan
Sejuta lukisanpun takkan mampu melukiskan keindahannya
Setiap detik terasa seperti setiap tahun
Setiap tetes air terasa seperti hujan embun
Bening membasuh hati yang haus akan cinta Pencipta
Inilah Negeri Kami
Kami tunggu engkau disini
Thanks for maria ar. for share your poem
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

0 komentar:
Posting Komentar